
Kadang gue mikir, pernah ga sih seorang pelukis handal bak Picasso karya nya di hujat orang. Atau mungkin seorang Frank O Gehry designnya di tolak client. Mereka itu terlalu hebat untuk ditolak. Bahkan tarikan garis di sketchbook mereka pun bisa laku berjuta-juta. Di pajang di museum. Gue ? Siapa sih gue. Gue Cuma gadis ingusan yang mencoba menyaingi mereka. Itu mimpi gue. Kejauhan emang. Ibarat jalan kaki dari Jakarta ke Meseum Lourve di Paris, mati di jalan duluan lah gue.
Tapiiiii…. gue punya imajinasi..! And this is my favorite game! Gue bisa bikin dunia kedua hanya dengan tombol sebuah mouse, atau dari tarian kuas berkostum warna-warni disebuah kanvas. Gue bisa, lo bisa, semua orang bisa. Ngedesign itu sangat mudah. Yang susah itu, membuat orang lain bisa nerima karya kita. Dari situ gue mulai belajar yang nama nya “kepekaan design”. Bisa gue terapin dalam design apa saja, bangunan, poster, layout majalah, atau mungkin men-design hati. Dari sini gue tau, kita punya kepekaan masing-masing. Design itu tentang taste. Design itu relatif. Dan pikiran gue untuk seperti pelukis-pelukis handal tadi pun menyublim sudah. Sekarang gue mikir buat jadi gue. Gue yang punya karya satu-satu nya di dunia dan bahkan seorang Picasso pun ga punya.
Be bold, brave, and free.







